Setangkai mawar tumbuh dengan keindahan yang ia punya. Semakin ia tumbuh semakin indah, begitu pula duri pada dirinya semakin tajam pula. Suatu ketika ia dilihat oleh beberapa anak manusia, diantara mereka mengatakan "mawar itu cantik ya, warnanya indah, wanginya pun harum, aku ingin memiliki mawar itu". Namun,
ada pula yg mengatakan mawar itu memang indah, tapi ia berduri. Bisa -bisa kita terluka jika terbuai indahnya.
Mendengar hal itu hilang kepercayaan diri mawar, ia tersinggung & rapuh. Ia terus memikirkan hal itu. Bicara pada dirinya "mengapa mereka bicara seperti itu, walau aku berduri tapi aku punya kelebihan, mereka tak melihat & tak tau itu".
Mengapa aku harus berduri? Sungguh aku tak kan menyakiti mereka yang mengagumi ku, aku juga tidak menginginkan ini. Tuhan kenapa aku tidak Engkau jadikan kaktus saja? Atau kau jadikan aku anggrek yg indah? Mawar menangis, apa duri yg ada padanya sudah jalan baginya atau karnanya duri ini menjadi penghalang baginya.
Mendengar tangis mawar, udara berbisik "wahai mawar apa yg kau pikirkan? Mengapa kau menangis? Kau tentu tau mawar, sesuatu tiada yang sempurna. Dia ciptakan kelebihan & kekurangan bagi makhluk-Nya agar senantiasa mereka brsyukur & rendah hati. Kau bilang kau lebih baik menjadi kaktus, apa kau sanggup melawan panasnya gurun? Kau bilang kau lebih baik menjadi anggrek, apa kau tidak lebih malu lagi menjadi benalu?
Ambil lah positif dari mu dan bersikap lah tuli jika mereka bicara yg bukan kamu, duri mu mungkin bisa melukai tapi duri itu bisa melindungimu. Bagimu tinggal kau pilih, kau terus menyalahkan penciptaan atas dirimu atau kau terima, jalani & semua akan baik saja tanpa perlu kau hiraukan mereka.
Bisik itu pergi & mawar tersadar "apa yg aku pikirkan? Aku adalah aku, aku sebaik-baiknya aku, aku paham diriku, aku tau siapa aku, aku bersyukur menjadi diriku & tak seharusnya aku pikirkan mereka. Tuhan maafkan diriku, aku tau kau ingin mengajariku bagaimana seharusnya aku, melalui kekurangan diriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar